BUMDes LONSUNG JONGKOLAN– Memasuki awal tahun 2026, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lonsung Jongkolan menunjukkan komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nabati di Desa Lombok Barat. Pada hari Kamis, 15 Januari 2026, pengelola BUMDes bersama warga setempat mulai melaksanakan proses pascapanen berupa perontokan jagung.
Kegiatan ini merupakan hasil dari panen kloter pertama yang dikelola secara mandiri oleh BUMDes. Sebanyak 35 karung tongkol jagung yang telah dikeringkan mulai dimasukkan ke mesin perontok untuk dipisahkan dari tongkolnya.
Estimasi pengelola hasil perontokan dari 35 karung tongkol ini diperkirakan akan menghasilkan ± 1 ton jagung pipil. Angka ini menjadi angin segar bagi ketahanan ekonomi desa, mengingat kualitas jagung tahun ini tergolong sangat baik.
"Langkah ini bukan sekadar rutinitas panen, tapi kita optimis BUMDes Lonsung Jongkolan bisa menjadi motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan bagi warga Desa Lombok Barat," ujar Saiful Direktur BUMDes.
Hasil perontokan ini nantinya akan melalui tahap penyortiran akhir sebelum dipasarkan atau disimpan sebagai cadangan pangan desa. Keberhasilan panen kloter pertama ini diharapkan menjadi pemacu semangat untuk pengelolaan lahan-lahan selanjutnya di bawah naungan BUMDes.
Dengan rasa optimis BUMDes Lonsung Jongkolan terus membuktikan bahwa sinergi antara pengelolaan lahan yang tepat dan manajemen usaha desa yang baik dapat menghasilkan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
#KetahananPangan #BUMDesLonsungJongkolan #DesaLombok #InovasiDesa #Pertanian2026